Rapat Koordinasi BNP2TKI – SEAMOLEC – Depdiknas

Pendidikan adalah hak bagi seluruh rakyat Indonesia. Ungkapan ini merupakan sebuah ungkapan hukum yang sering di dengungkan dimana-mana. Dan berdasarkan hal inilah maka pemerintah membuat berbagai satuan pendidikan dengan berbagai jenjang, mulai dari perkotaan hingga pelosok desa.

Namun, ada satu hal yang sering terlupa, bahwa ungkapan “seluruh rakyat Indonesia” ini tidak hanya berlaku bagi warga Indonesia saja, melainkan juga berlaku bagi warga negara Indonesia yang saat ini tidak berada di dalam wilayah negara Indonesia.

Mereka berada di luar negeri dengan berbagai tujuan, mulai dari yang memang bersekolah disana, atau melakukan perjalanan bisnis, atau mencari sesuap nasi di negeri orang dalam bentuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI)

Disela-sela pemberitaan mengenai perlakuan pihak lain terhadap mereka, ada satu hal yang terlupakan, yaitu pendidikan bagi mereka. Banyak diantara TKI tersebut yang tidak memiliki pendidikan yang mencukupi. Ada yang hanya tamatan SMA, malah banyak yang hanya tamat dari tingkat Sekolah Dasar. 

Ini merupakan tanggung jawab pemerintah, karena mereka masih tetap berkewarganegaraan Indonesia, sehingga juga berhak untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Nah, beranjak dari pemikiran ini, atas prakarsa Bapak Dr. Ir. Gatot Hari Priowirjanto yang menjadi Direktur Southeast Asian Minister of Education Organization (SEAMEO) Open Distance Learning Centre (SEAMOLEC), maka dibangulah kerjasama 3 lembaga, yaitu SEAMEO SEAMOLEC, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) serta Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) untuk bersama-sama meningkatkan akses dan mutu pendidikan saudara-saudara pahlawan devisa kita tersebut.

Pada hari Selasa, 8 Juli 2008, bertempat di Ruang Converence Lt. 3 SEAMEO SEAMOLEC, dengan diikuti oleh perwakilan 3 lembaga tersebut, P4TK Cianjur, Universitas Terbuka, serta Politeknik Negeri Bali dan Politeknik Negeri Malang melalui video converence, dilakukan rapat koordinasi untuk membahas persiapan dan langkah-langkah yang dapat dilaksanakan.

Rapat dilaksanakan dengan suasana yang santai namun serius, dimana pada awal rapat dilakukan perkenalan kepada seluruh anggota tim.

Setelah dilakukan investigasi awal oleh Direktur SEAMEO SEAMOLEC yang langsung melakukan kunjungan ke Korea Selatan dan Hongkong, ditemukan bahwa minat TKI yang ada di luar negeri untuk melanjutkan pendidikan ataupun untuk meningkatkan kompetensi mereka amat tinggi. Namun terkendala dengan tidak adanya informasi mengenai kegiatan tersebut. Kalaupun ada program-program pendidikan, hanya dipusatkan di Kedutaan Besar RI yang jaraknya cukup jauh dari lokasi mereka bekerja. Hal ini akan menghambat keinginan mereka untuk terus belajar sambil bekerja. Dari informasi awal, ditemukan bahwa ruang lingkup kebutuhan mereka cukup luas, dimulai dari pendidikan-pendidikan singkat dalam bentuk kursus, pendidikan formal dalam bentuk Paket A, B dan C, serta pendidikan akademik dalam bentuk Diploma maupun Strata 1 untuk berbagai disiplin ilmu.

Secara umum, disiplin ilmu yang dibutuhkan oleh mereka adalah:

 

  • Pertanian
  • Peternakan
  • Akuntansi
  • Pariwisata
  • Ilmu Sosial
  • Ilmu Pendidikan
  • Teknologi Informasi
Dari pemetaan tersebut, maka mulai dipetakan institusi pendidikan yang dapat memberikan layanan tersebut. Sistem yang digunakan adalah Pendidikan Jarak Jauh yang difasilitasi oleh SEAMEO SEAMOLEC melalui program SEA EduNet. Dengan sistem seperti ini, maka setiap TKI yang mengambil materi, dapat menggunakan SKS atau pendidikan yang mereka ambil untuk maju ke jenjang yang lebih tinggi.
Sistem yang digunakan adalah kursus singkat maupun sistem akademik. Pembagian lembaga pelaksana kegiatan adalah:
  1. Universitas Terbuka, untuk bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Pendidikan
  2. Politeknik Negeri Malang, untuk bidang Akuntansi dan Teknologi Informasi
  3. P4TK Pertanian Cianjur, untuk bidang Ilmu Pertanian
  4. Politeknik Negeri Bali, untuk bidang Pariwisata dan Teknologi Informasi
  5. Ditjen PLS Depdiknas, untuk pelaksanaan Paket A, B dan C
Sedangkan SEAMEO SEAMOLEC bertugas untuk memfasilitasi pelaksanaan kegiatan, dan BNP2TKI untuk koordinasi kepada TKI serta pengaturan perlindungannya.
Pada rapat ini juga disepakati pembentukan tim gabungan yang akan melaksanakan kegiatan secara bersama dan penggunaan media internet secara umum dan blog maupun mailing list secara khusus untuk koordinasi dan pelaporan.
Sasaran pada program ini di tahap awal adalah Korea Selatan (Anzan City dan Seoul), Hongkong, Macau, Taiwan, Taipei, Vietnam, Filipina, dan daerah perbatasan dengan Indonesia (Entikong, Davao dan Nunukan)
Seluruh materi dan paket pendidikan akan disiapkan oleh masing-masing institusi terkait dan diupayakan dengan menggunakan ODL sedangkan teknologi pengirimannya akan disiapkan oleh SEAMEO SEAMOLEC bekerjasama dengan lembaga dan penyelenggara telekomunikasi di masing-masing lembaga.
Pada rapat koordinasi ini juga disepakati tenggat waktu yang akan dilalui untuk pelaksanaan program. 
File presentasi oleh Direktur SEAMEO SEAMOLEC dapat diunduh disini.

7 Tanggapan ke “Rapat Koordinasi BNP2TKI – SEAMOLEC – Depdiknas”

  1. Laili Ivana, S.Pd. Berkata:

    Salut! Sebagai pahlawan devisa mereka memang harus mendapatkan perhatian tidak hanya keamanan, keselamatan, kesehatan, melainkan juga pendidikan. Mudah-mudahan program pedidikan ini membawa manfaat bagi mereka.
    Pertanyaan saya:
    1. Program ini gratis atau tidak?
    2. Membutuhkan/membuka lowongan tenaga pengajar atau tidak?
    Terima kasih.

  2. Harry Anggono Berkata:

    Sedikit masukan perihal TKI dan sekolah Indonesia di luar negeri.
    Yang pernah saya kunjungi antara lain yang di Bangkok dan Belanda, dimana sekolah Indonesia yang disana gurunya sering kesulitan dengan materi yang disesuaikan dengan di Indonesia. mengingat seorang Guru disana paling tidak harus menguasai lebih dari satu mata pelajaran yang siswanya antara satu hingga sepuluh orang dari tingkat SD hingga SMA. Permasalahana orang tua siswa saat kembali Ind akan susah penyesuaian pelajarnnya anaknya dengan yang di Indonesia. Ini memerlukan materi yang sesuai, syukur berbentu interaktif.
    Kedua banyak tenaga kerja yang mayoritas pembantu rumah tangga (di Hong Kong) mereka memerlukan tambahan pelajaran untuk bekal mandiri ketika kembali ke Indonesia. Akses Internet mudah dijangkau atau tak bermasalah. namun mereka sering kurang informasi. sangat tepat bila teknologi tepat guna atau sejenis bisa diberikan ke mereka melalui PJJ. Dengan demikian mereka juga merasakan andil kita memikirkan mereka.
    Hry

  3. M.nasir Berkata:

    bisa dimatchkan dengan program SPRI neh
    untuk pendataaanya, karena di SPRI telah terdata identitas TKI yang akan berangkat Ke LN lewat Kanim Khusus di Tangerang, gimana ?

  4. gatothp2000 Berkata:

    @dear all, terimakasih masukannya, tinggal bgmn kita menfasilitasi siapapun yg terkait dgn lapangan kerja, tidak tergangu peluang utk meningkatkan dirinya…melalui pendidikan..

  5. SISWOYO Berkata:

    Saya pikir mereka harus kita didik sehingga pulang ke indonesia mereka punya kompetensi baru yang dapat dikembangkan, mungkin MGMP ke depan bisa sebagai comunity learning centernya ? he..he

  6. Bagus juga programnya,tapi bagaimana mengenai biayanya?gratis/bayar kah? Berkata:

    http://Www.fuyu_edelwise@plasa.net

  7. shanti Berkata:

    Bila ingin bekerja ke luar negeri ada tujuh langkah menuju Korea secara aman, tidak tertipu.

    1. Belajar bahasa Korea karena syarat ini mutlak adanya sedangkan pekerjaan tidak sulit-sulit benar. Di samping bahasa, Anda harus lulus tes KLPC, jika CTKI belum bisa berbahasa Korea lupakan saja keinginan bekerja ke Korea karena pendaftaran akan ditolak dan buang-buang waktu serta uang saja. Biaya kursus bahasa Korea sampai mahir rata-rata diperlukan dana Rp 1.000.000. Besar kecilnya anggaran sangat tergantung tempat dan pasilitas belajar sehingga tidak perlu jauh-jauh jika ada di daerah Anda sudah cukup.
    2. Test Korean Languits Proficiency Test (KLPC), kapan dan di mana Anda bisa mencari informasinya akan diumumkan di www bnp2tki.go.id.
    3. Chek up Kesehatan. Biaya yang dikeluarkan sekitar Rp 350.000.
    4. Membuat paspor, dana yang diperlukan sekitar Rp 270.000.
    5. Bila seluruhnya telah tersusun rapi Anda antar fotocopi paspor, ijazah terakhir, medical chek dan hasil tes KLPC lewat pos, juga bisa ke alamat BNP2TKI Jalan Jenderal MT. Haryono, Jakarta Selatan atau cari alamatnya di websitenya paling bawah sertakan nomor telepon selular Anda di dalamnya.
    6. Nah, selanjutnya Anda harus rajin melihat pengumuman di www bnp2tki.go.id minimal satu minggu sekali. Apabila telah disending berarti pendaftaraan Anda telah dikirim ke Korea. Apabila telah di SLC berarti sudah ada perusahaan di Korea yang menerima tinggal tunggu panggilan saja.
    7. Jika Anda telah mendapat panggilan, Anda juga harus hati-hati jika Anda mendapat penawaran dari seseorang yang mengaku dapat mempermudah prosesnya, langsung tolak saja. Jika memang telah mendapat panggilan, datangi langsung alamat BNP2TKI lakukan pembayaran Rp 5.455.000 dan terus persiapan terakhir pemberangkatan PAP. Nah sampai tahap ini berarti Anda sudah sampai di penghujung tinggal tunggu proses pemberangkatan. Dan siap untuk bekerja ke Korea… !(zul)

Tinggalkan Balasan